Kita butuh IMK adalah agar kita lebih
cepat dalam menyelesaikan suatu pekerjaan.serta bisa membuat waktu
pengerjaannya lebih cepat dan tidak membutuhkan banyak biaya dalam
membuat suatu pekerjaan.
Dan untuk mahasiswa IT,kita bisa membuat
aplikasi ataupun program dengan cepat dikarenakan kita memakai aplikasi
yang memiliki interaksi yang mudah dipakai dan dimengerti.
Human-Computer Interface (Hubungan Manusia dengan Komputer)
Pada awalnya pengembangan komputer lebih
difokuskan pada peningkatan kemampuan dan kecanggihan peralatan
komputer, sedangkan dari aspek manusia sebagai user kurang diperhatikan.
hal-hal sederhana seperti kenyamanan dan kemudahan dalam menggunakan
komputer jarang diperhatikan.Pada kenyataan sebenarnya, faktor brainware
sangat mempengaruhi kinerja sistem komputer itu sendiri. Apabila suatu
teknologi lebih mudah dimengerti oleh user maka user dapat menggunakan
teknologi itu dengan maksimal. Oleh karena itu, faktor interaksi
manusia–komputer pun menjadi salah satu faktor yang sangat penting untuk
dipertimbangkan.Pada kondisi dewasa ini, IMK mulai mendapatkan
perhatian dari para perancang sistem. Aspek hubungan manusia-komputer
mulai dipandang sebagai aspek penting. IMK mulai berkembang setelah PD
II. Mula-mula ilmu yang berkaitan adalah biomekanik, antropometri,
penelitian mengenai penglihatan, kemudian bergeser ke arah
prinsip-prinsip pengembangan representasi informasi.
Faktor-faktor penting dalam interaksi manusia-komputer antara lain:
Kinerja manusia
Dalam hal ini mmenyangkut karakteristik
dasar manusia dan keterbatasannya seperti fleksibilitas, ketrampilan,
kesalahan, kecepatan, dll. Beberapa aspek khusus tentang ini adalah
pemilihan (seperti memodelkan pengguna), pelatihan (misalnya dalam
pengambilan keputusan), user support (seperti problem solving).
Kinerja sistem komputer
Karakteristik dasar dan keterbatasan
sistem dengan memandang aspek khusus berkaitan dengan IMK seperti
fasilitas bahasa, waktu respon sistem, sekuritas.
Antarmuka perangkat keras, display, kontrol, terminal, aplikasi
ergonomi untuk desain workstation yang baik, kebutuhan manusia dan
peralatan-peralatan baru.
Antarmuka perangkat lunak
Media komunikasi non-perangkat keras, aspek IMK dari sistem linguistik dan bahasa, organisasi informasi.
Lingkungan
Fisik: ruang workstation dan layout-nya,
pencahayaan, suara, dsb. Psikologikal: pengaruh kelompok kerja, struktur
pekerjaan (seperti shift kerja), struktur sistem (open / closed, rigid /
flexible, dsb), keadaan sosial dan desain organisasi.
Aplikasi spesifik
Pengguna spesialis, bisnis, naif, sistem publik.
Problem spesialPengaruh IMK pada desain pekerjaan dan organisasi, serta
masyarakat, privasi informaasi personal, kasus-kasus khusus, dokumentasi
dan bantuan-bantuan lain, dsb.
Pengembangan suatu sistem komputer harus
dapat melakukan komunikasi yang nyaman dan mudah. Kendala yang sering
terjadi disebabkan perilaku user yang tidak dapat dipastikan.
Beberapa
karakteristik manusia yang mempengaruhi interaksi manusia dengan sistem
komputer, yaitu:
- Operasi Dedicated / casual (apakah operasi yang dihadapi itu terus menerus atau bersifat satu kali penggunaan) jenis pekerjaan
- Mampu / tidak mampu melakukan pemrograman
- Memiliki daya intelegensia tinggi / kurang
- Terlatih / tidak terlatih
- Aktif / pasif (aktif maksudnya memulai interaktif, berinisiatif)
- Lingkungan pekerjaan bertekanan atau tidak bertekanan (underpressure / dead line atau tanpa tenggat waktu)
- Perbedaan usia yang mempengaruhi perbedaan pengalaman, pengetahuan, kemampuan belajar dan adaptasi, kemampuan fisik
- Perbedaan personalitas pengguna
Teknik-teknik yang dapat digunakan dalam perancangan user interface agar lebih efektif, antara lain:
- Menu
- Pengisian formulir
- Bahasa perintah
- Bahasa alami
- Manipulasi langsung
Dalam memilih teknik apa yang akan digunakan perlu diperhatikan faktor-faktor berikut :
- Siapa pemakai sistem
- Banyaknya aplikasi yang diterapkan pada komputer yang sama
- Komunikasi dalam jaringan
- Kerumitan pekerjaan sistem
- Panjang operasi
- Urutan operasi
- Akurasi
- Sumber masukan
- Faktor-faktor lain seperti: harga, hardware, kerumitan implementasi, dll.
Dalam konteks interaksi, ada aturan yang dikenal dengan nama ‘7 Golden Rules’, yaitu:
- Konsistensi
- Keharmonisan kombinasi dengan ekspresi yang singkat tapi powerfull, misalnya:
- singkatan perintah
- Macro-command
- Cut & paste
- Undo-redo
- Nilai standar (default)
- Mengurangi beban kognitif
- Interaksi yang dikendalikan user
- Fleksibel
- Dialog terstruktur
- Error Handling